Ini yang harus dikhawatirkan pemerintah saat suku bunga The Fed naik

SumutNews.com | JAKARTA — Kenaikan suku bunga acuan The Fed Amerika Serikat (AS) menimbulkan kekhawatiran pemerintah bagi perekonomian di Indonesia. Kenaikan tersebut dianggap dapat memberikan efek yang cukup signifikan bagi stabilitas nilai tukar Rupiah.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Abra P. G Talattov menjelaskan ada beberapa hal yang harus dikhawatirkan oleh pemerintah terkait kenaikan suku bunga ini.

Terlebih lagi, kebijakan fiskal yang didorong pemerintah belum terlihat jelas bagaimana dampaknya. Hal tersebut dicerminkan oleh pertumbuhan ekonomi yang belum merata diseluruh Indonesia.

Salah satunya, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar. Di mana dari sekitar Rp 13.000 per 16 Desember ke 17 Desember 2016, mengalami kenaikan seratus rupiah menjadi Rp 13.100.

“Dilihat dari nilai tukar rupiah kemarin, jika tidak bisa dijaga akan meleset dan menjadi beban bagi para investor,” ujar Abra di Kedai Tjikini, Jakarta, Minggu (18/12).

Selain itu faktor eksternal yang dianggap harus diwaspadai pemerintah adalah kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump. “Seperti terpilihnya Trump, dia mengeluarkan kebijakan dari sisi fiskal Amerika cukup agresif. Kemudian diperkirakan akan mempengaruhi perdagangan di Indonesia,” ungkap Abra.

“Kemudian pasca Brexit terguncang dan referendum italia, ini akan mempengaruhi perdagangan Indonesia,” tambahnya.(MERDEKA/SN).

Leave a Reply

*