Kapolri sebut jaringan pelaku bom Kampung Melayu bergerak lincah

SUMUTNEWS.COM  |  JAKARTA — Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan jika dua pelaku bom Kampung Melayu, Ahmad Sukri (AS) dan Ichwan Nurul Salam (INS) adalah anggota JAD (Jamaah Ansharut Daulah). Kelompok tersebut masuk dalam network ISIS yang merupakan sel di Bandung Raya.

“Kedua pelaku termasuk anggota JAD, kelompok ini memang kecil, kami juga pegang peta pergerakan mereka di Indonesia. Warga juga perlu waspada terhadap kelompok ini karena gerak mereka sangat lincah,” ujar Kapolri saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur Jumat (26/5) kemarin.

Selain itu, lanjut Kapolri, penyidik juga telah berhasil mencocokkan DNA dan sidik jari kedua terduga pelaku dengan keluarganya.

“Dari olah TKP, dua pelaku sudah teridentifikasi melalui sidik jari dan data di lapangan, tes DNA udah disesuaikan dengan pihak keluarga dan kami mendapatkan hasilnya tadi sore.”

Dalam keterangannya Tito menjelaskan bahwa hasil pencocokan test DNA Ichwan positif dengan DNA putra kandungnya dan DNA Ahmad positif dengan ibu kandungnya.

“Hasil DNA terduga pelaku INS berhasil dicocokan dan identik dengan DNA putranya. Sedangkan terduga pelaku AS juga berhasil dicocokan dan identik dengan DNA ibu kandungnya. Kedua hasil tersebut sudah kita dapatkan sore tadi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pelaku bomber melakukan aksinya di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) sekitar pukul 21.00 Wib. Dalam kejadian tersebut tiga anggota kepolisian tewas dan puluhan korban lainnya luka-luka. (SN/MER).

Leave a Reply

*