Pedagang Pasar Kampung Lalang Tetap Tolak Revitalisasi, Pemko Medan Dan PD.Pasar Dituding Langgar HAM

SUMUTNEWS.COM  |  MEDAN —  Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang (P3KL)  melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yesaya 56 berencana akan membawa proses penertiban pasar Kampung Lalang ke jalur hukum. Hal ini disebutkan Koordinator Paralegal LBH Yesaya 56, Troy Sirait kepada wartawan di reruntuhan Gedung Pasar Kampung Lalang, Kamis (23/3/2017). “Kita bersikap tidak menerima perlakukan para petugas keamanan, dan para antek-antek Pemerintah Kota Medan yang membuktikan bahwa penguasa lebih kuat dari rakyat. Penguasa melakukan sesuka hatinya, tanpa kompromi, bahkan tidak segan-segan melakukan kekerasan”, ungkap Aktivis Hukum ini.

Foto Sumatera Bermartabat.

Foto Sumatera Bermartabat.

Troy lebih lanjut mengatakan dan pertanyakan bagaimana konsep pembangunan Pasar Kampung Lalang usai direvitalisasi, akan berubah wujud menjadi mall atau plaza, atau tetap sebagai pasar tradisional, jika terjadi maka mata pencaharian para pedagang akan hilang. “Berapa lama proses revitalisasi ini dikerjakan, dan sampai kapan ? Karena mata pencaharian para pedagang hanya bersumber dari berjualan. Dan, tempat penampungan yang disediakan PD.Pasar tidak layak”, ujar Troy.

Foto Sumatera Bermartabat.

Foto Sumatera Bermartabat.

Para pedagang Pasar Kampung Lalang juga khawatir dengan revitalisasi tersebut, jika telah dibangun gedung baru, maka PD.Pasar diduga akan menggantikan para pedagang yang lama dengan penanam modal baru untuk berjualan. “Kita curiga dengan PD.Pasar dan Pemko Medan bahwa tidak transparan dengan semuanya, dan kita minta Dirut PD.Pasar agar terbuka dan jujur, jangan ada persekongkolan jahat dan membela kapitalisme sehingga korbannya adalah para pedagang”, pungkas Troy.

Foto Sumatera Bermartabat.

Sebelumnya lebih enam ratusan aparat gabungan terdiri Satuan Polisi Pamong Praja, Polri, Brimob dan TNI turut melakukan eksekusi para pedagang Pasar Kampung Lalang, Rabu (22/3/2017) sekira pukul 23.55 wib. 732 kios yang berhasil dieksekusi aparat keamanan, dan lima ratusan pedagang harus kehilangan mata pencahariannya. Dua alat berat milik Dinas Perkim Pemko Medan diturunkan untuk meratakan gedung pasar Kampung Lalang tersebut. (Imron/Peter).

Leave a Reply

*