Polisi antisipasi ancaman karyawan tutup Bandara Timika

SUMUTNEWS.COM  |  JAKARTA — Aparat Kepolisian Resor Mimika, Papua terus mengantisipasi isu rencana penutupan sejumlah fasilitas publik termasuk Bandara Mozes Kilangin Timika sebagai dampak dari permasalahan yang terjadi di PT Freeport Indonesia.

Kabag Ops Polres Mimika Komisaris Polisi I Nyoman Punia di Timika, Kamis, mengatakan hingga kini Polres Mimika belum mendengar rencana penutupan fasilitas publik termasuk Bandara Timika dan Kantor Bupati Mimika oleh massa yang tergabung dalam wadah “Gerakan Solidaritas Peduli Freeport”.

“Kalau informasi itu kami belum terima. Kalau memang benar, kami mengimbau agar jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan semua pihak. Sebab fasilitas umum seperti Bandara, perkantoran pemerintah dan lainnya itu semua orang berhak menggunakannya,” ujar Nyoman.

Terkait permasalahan yang terjadi di PT Freeport tersebut, aparat Polres Mimika dibantu Brimob Batalyon B Polda Papua dan unsur TNI setempat telah melakukan langkah-langkah antisipasi pengamanan sejak pertengahan Januari.

“Sejak awal kami sudah tempatkan personel di sejumlah titik terutama obyek-obyek vital seperti di Bandara Timika, Check Point 28, perkantoran dan permukiman karyawan PT Freeport di Kuala Kencana. Kami sudah siapkan langkah-langkah pengamanan,” jelas Nyoman.

Menurut dia, jumlah personel Polri dibantu TNI (sudah termasuk Satgas Pengamanan PT Freeport) di Mimika hingga kini masih cukup untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan akibat terhentinya izin eksport konsentrat Freeport.

Izin eksport konsentrat Freeport secara resmi tidak lagi diberikan oleh pemerintah sejak 12 Januari 2017.

Namun jika terjadi peningkatan eskalasi situasi di Timika, Polda Papua siap menerjunkan tambahan pasukan ke Timika.

“Polda sudah siap membantu kami di Mimika jika situasi meningkat,” kata Nyoman.

Saat menyampaikan orasi di Bundaran Timika Indah, Kamis, juru bicara Gerakan Solodaritas Peduli Freeport Frederic Magai menyampaikan ancaman bahwa masyarakat bersama karyawan akan menutup sejumlah fasilitas publik yang dibangun PT Freeport di Kabupaten Mimika jika pemerintah tidak segera memberikan kejelasan bagi perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu untuk melanjutkan usaha pertambangannya di Tembagapura, Mimika, Papua.

Fasilitas publik yang dibangun oleh Freeport di Mimika seperti Bandara Mozes Kilangin Timika, gedung utama Kantor Bupati Mimika, fasilitas Mimika Sport Complex untuk menunjang penyelenggaraan PON 2020, fasilitas pengolahan air bersih di Check Point Utara 5 Kuala Kencana dan lainnya.(ANT/SN).

Leave a Reply

*