Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan Kunjungi Polda Sumut, Ini Yang Dibicarakan

SUMUTNEWS  |  MEDAN — Pada hari Rabu tgl 5 April 2017 Kapolda Sumut Irjen Pol. Dr. Rycko Amelza Dahmiel, M.Si. menerima kunjungan dari Wakil Ketua KPK, Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan, SH, MH. bertempat di aula Polrestabes Medan.

Wakil Ketua KPK diterima oleh Kapolda Sumut turut hadir Wakapolda Sumut, Irwasda,  Kajati Sumut diwakili As Pidum, Irwasda ,Pejabat utama Polda Sumut ,Kapolrestabes Medan beserta pejabat utama Polrestabes dan para Kapolsek.

Kapolda Sumut mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran ibu Wakil Ketua KPK,  karena salah satu pimpinan KPK yg berasal dari Kepolisian, dan juga kebanggaan dari CJS .

“Ibu salah satu putri terbaik Polri mewakili di KPK. Kita melihat perjuangan Ibu yang begitu keras waktu itu hingga duduk di kursi pimpinan KPK. Waktu itu memang ibu sangat berbeda dari yang lain, ibu menyampaikan hakiki dari fungsi kepolisian yang selama ini banyak orang tidak tau. Oleh karena itu sekali lagi kami mengucapkan selamat datang di Polda sumatera Utara selamat datang di Sumut, ini kesempatan yang langka ditengah kesibukan Ibu mau meluangkan Waktu untuk datang.” ujar Kapolda Sumut saat menyambut Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan tersebut.

Kapolda Sumut juga melaporkan bahwa Polda Sumut sudah menindaklanjuti pembentukan Tim Saber Pungli yang diketuai oleh Irwasda Polda Sumut untuk tingkat Provinsi, dan tingkat Kabupaten kota sudah dikukuhkan semuanya. Dan sudah ada beberapa hasil kasus OTT dari tim Saber Pungli baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten kota.

Selanjutnya  Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam arahannya menyampaikan bahwa Sumut menjadi salah satu fokus area perhatian KPK karena 2 orang Gubernurnya berturut turut terjerat tindak pidana korupsi .

“Itu sebabnya KPK  selalu ada disini dalam rangka pembenahan. Tugas saya kesini untuk membuat pekerjaan penegak hukum itu lebih efektif dan efisien. Saya mengingatkan kepada rekan rekan semua kenapa KPK itu harus ada berdasarkan UU no. 30 thn 2002 ttg KPK.  KPK muncul waktu itu karena ketidak percayaan masyarakat kepada penegak hukum, dalam hal ini termasuk Polisi dan Kejaksaan, sehingga masyarakat menginginkan adanya satu lembaga yang diharapkan bisa menangani masalah korupsi di Indonesia.” ujar Wakil Ketua KPK tersebut.

Basaria berharap Kepolisian dan Kejaksaan dapat meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat. Pada pasal 4 UU No. 30 thn 2002 menjelaskan tujuan KPK adalah membuat berdayaguna dan berhasil guna, benar benar efektif dan efisien dalam penegakan hukum Tipikor.

Pada pasal 6 tugas KPK adalah melakukan koordinasi dan supervisi.

Ada 3 Grand Strategi KPK yaitu Pencegahan terintegrasi, Penindakan terintegrasi selanjutnya Penindakan-pencegahan- serta pecegahan- penindakan terintegrasi.

“Kalau bicara penegakan hukum maka koordinasi dilaksanakan dengan Polisi, Kejaksaan dan Penyidik. Kalau bicara pencegahan maka koordinasi dengan pihak terkait.  Selain itu melakukan monitoring termasuk melakukan kajian kajian terhadap instansi, termasuk kajian terhadap penegak hukum, gaji yang dibawa pulang oleh penegak hukum berapa yang memadai. Kajian ini sedang belangsung dan akan diberikan kepada Presiden, permasalahannya uang negara kira kira ada apa tidak.” katanya.

Pada kesempatan tersebut wakil ketua KPK juga mengingatkan bahwa pada bulan November 2016 sudah ditandatangani nota kesepahaman atau MoU KPK dengan Kapolri dalam rangka pengawalan pengunaan dana desa oleh Kepala desa.

“Dana desa mencapai 74 T, hampir 1 M/desa. Titip Bhabinkamtibmas mendampingi Kepada Desa dalam penggunaan dana desa agar sesuai kebutuhan desa masing masing.” ujarnya.

Kerja sama penindakan terintegrasi juga diberikan dana bantuan oleh KPK kepada Kejaksaan dan Kepolisian, termasuk bantuan saksi ahli. Kerjasama lain untuk penyadapan telah berkoordinasi dengan deputi penindakan.

Selanjutnya Wakil Ketua KPK mengamati saber pungli yang dilakukan oleh Kepolisian, hasinya selama 4 bulan cukup bamyak yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Intinya untuk memperoleh kepercayaan masyarakat sebenarnya adalah tidak menerima apa apa dari masyarakat, kita sudah digaji oleh negara untuk melayani masyarakat.” katanya.

“Saya tidak dalam hal menggurui disini,  kita harus bersyukur dan jangan hanya melihat keatas saja, banyak masyarakat kita yang susah. Kita jangan bicara masa lalu tapi mari kita bicara masa depan. Kita sama sama perbaiki diri para Jaksa dan Polisi. Jadilah Polisi dan jadilah jaksa yang dipercaya oleh masyarakat.” ungkapnya. Acara pertemuan tersebut sendiri berjalan dengan lancar dan diakhiri foto bersama. (SN/RED).

Leave a Reply

*